Finance

BNP Paribas IP Optimistis Ekonomi Tumbuh Tahun Ini

download live game

PT BNP Paribas Investment Partners (BNP Paribas IP) menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia akan memiliki potensi pertumbuhan pada tahun 2019. Vivian Secakusuma, Presiden Direktur BNP Paribas IP mengatakan, tahun 2018 merupakan tahun yang menantang bagi pasar negara berkembang secara umum, termasuk Indonesia

“Menyikapi hal tersebut, kami  menyarankan investor untuk tetap waspada dan terus memantau perkembangan pasar modal serta prospeknya untuk tahun ini,” ujar Vivian seperti dikutip dari keterangan resmi BNP Paribas IP.

Vivian menambahkan, pada awal tahun 2019, perusahaannya baru saja mendapatkan dua penghargaan sebagai Best Fund House 2019 dan Best Investor Education 2019 dari Asia Asset Management. “Penghargaan ini meneguhkan komitmen kami sebagai market leader di Indonesia dan kami berharap ini merupakan awal yang baik bagi perusahaan kami,” katanya.

Pada tahun 2019, prospek pertumbuhan global diperkirakan akan mengalami sedikit perlambatan. Namun, pasar negara berkembang yang mempunyai prospek lebih baik dalam jangka panjang. Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) global diproyeksikan melambat, tetapi masih akan berada di atas tren jangka panjangnya, yaitu 2,9% per tahun.

Pertumbuhan PDB di AS diperkirakan akan kembali normal pada tahun 2019 karena efek stimulus pajak yang memudar dan perkiraan diberhentikannya suku bunga yang ditetapkan oleh Bank Sentral Amerika (The Fed) setelah dua kali peningkatan pada awal semester tahun ini. Ketegangan perdagangan antara AS dan Cina diperkirakan akan terus berlangsung dan dapat menekan pertumbuhan di kedua negara tersebut, yang berdampak pada pelemahan prospek mata uang dolar AS dan RMB. Namun, hal ini diharapkan dapat membawa stabilitas pada mata uang di negara berkembang.

BNP Paribas IP melihat perekonomian Indonesia akan membaik secara bertahap dengan estimasi pertumbuhan PDB yang lebih tinggi, yaitu 5,2% year-on-year (YoY) untuk tahun 2019. Kondisi ekonomi diperkirakan akan stabil di tengah inflasi yang terkendali dan mata uang yang lebih stabil.

Alasannya, harga minyak yang melemah dan berkurangnya tekanan untuk pasar negara berkembang secara keseluruhan. BNP Paribas IP memproyeksikan tingkat inflasi dapat stabil di kisaran 3,75% per tahun dengan nilai tukar mata uang dolar AS ke rupiah di Rp 14.300 – 14.800 pada akhir tahun 2019.

Aliyahdin (Adi) Saugi, Direktur BNP Paribas IP, mengatakan, pasar saham di Indonesia, diperkirakan akan mengalami pertumbuhan yang cukup kuat dengan momentum bullish. “Dengan asumsi imbal hasil obligasi 10 tahun di kisaran 8% dan pendapatan emiten diperkirakan akan tumbuh 9% pada tahun 2019, kami memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi mencapai nilai wajar di kisaran 6.900 tahun ini,” katanya.

Untuk pasar obligasi Indonesia, strategi yang ditentukan oleh Bank Indonesia (BI) akan masih bergantung pada keputusan kebijakan The Fed, dengan fokus untuk menjaga stabilitas mata uang Rupiah dan juga berupaya untuk menjaga tingkat inflasi.

BI juga diperkirakan siap untuk mempertahankan nilai tukar Rupiah dengan memanfaatkan cadangan devisanya agar dapat memberikan lebih banyak ruang bagi rupiah untuk menguat. Selain itu, pelemahan Rupiah serta imbal hasil obligasi yang diberikan pada tahun 2018 juga telah membuat obligasi pemerintah Indonesia menarik bagi investor di tahun 2019 ini.

“Untuk strategi investasi, kami akan tetap fokus dalam berinvestasi pada perusahaan yang stabil dengan proyeksi pertumbuhan jangka panjang. Kami akan tetap konstruktif pada sektor perbankan dan telekomunikasi. Hal ini dikarenakan prospek pertumbuhan kedua sektor tersebut cukup baik, dengan tetap mempertimbangkan risiko pasar dengan valuasi sektor kami,” lanjut Adi.

Meskipun memiliki proyeksi pasar yang cukup optimistis, Adi mengingatkan investor tentang risiko yang masih ada terkait pasar lokal dan juga risiko geo-politik global. Namun, Adi tetap percaya bahwa bagi investor, Indonesia akan tetap dipandang sebagai potensi investasi yang menarik.

MARKETEERS X

Most Popular








To Top